Kota Sorong, 4 Maret 2026 – Kegiatan kultum Ramadhan yang kali ini disampaikan oleh Jurusita PA Sorong, Izham Gani, S.Sos. Dengan tema “Surga Merindukan Golongan Tertentu”, yang mengajak seluruh pegawai untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga perilaku selama bulan suci Ramadhan.
Dalam penyampaiannya, Ia menjelaskan bahwa terdapat golongan orang-orang yang dirindukan oleh surga, yaitu mereka yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan-amalan kebaikan. Di antaranya adalah:
Pertama, orang yang gemar membaca dan mentadabburi Al-Qur’an, termasuk bertahlil dan melaksanakan tadarus. Kedua, orang yang menjaga lisannya. Menjaga ucapan dari perkataan sia-sia, menyakitkan, maupun dusta merupakan bagian penting dari kesempurnaan puasa. Ketiga, orang yang gemar berbagi makanan kepada sesama, terutama kepada orang yang berpuasa. Keempat, orang yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah SWT. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muhammad yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj:
“Man qāma Ramadhāna īmānan wa ihtisāban ghufira lahu mā taqaddama min dzanbih.”
Artinya: Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.



Selain menyampaikan tentang golongan yang dirindukan surga, Ia juga mengingatkan adanya lima perbuatan yang dapat menghalangi kesempurnaan pahala puasa apabila tidak segera ditinggalkan dan diiringi dengan taubat, yaitu:
- Ghibah, yakni membicarakan keburukan orang lain.
- Namimah, yaitu mengadu domba atau menjadi provokator.
- Berdusta, berkata tidak benar demi keuntungan pribadi.
- Sumpah palsu, bersumpah atas nama Allah tetapi tidak sesuai dengan kebenaran.
- Memandang dengan syahwat, yakni menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan.
Melalui kultum ini, diharapkan seluruh aparatur PA Sorong dapat menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat integritas, serta meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama, sebagai wujud komitmen untuk menghidupkan nilai-nilai Ramadhan dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan. (CTR)