Kota Sorong, 23 April 2025 – Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan lantai 2, Pengadilan Agama Sorong mengadakan Rapat Pimpinan pada Rabu sore (23/04), membahas dua agenda strategis: teknis pelaksanaan sidang keliling dan monitoring-evaluasi (Monev) kinerja aparatur Triwulan I Tahun 2025.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua PA Sorong, Sapuan, S.H.I., M.H., serta dihadiri Wakil Ketua, para Hakim, Panitera, Sekretaris, dan Kasubbag PTIP.

🛣Fokus Pertama: Sidang Keliling di Dua Wilayah Prioritas
Pembahasan teknis sidang keliling difokuskan pada dua lokasi:
1. Distrik Waisai Kota – Kabupaten Raja Ampat
2. Distrik Salawati – Kabupaten Sorong
Rapat mengupas detail mulai dari jadwal pelaksanaan, penugasan personel, hingga koordinasi teknis dengan pemerintah daerah setempat. Pelaksanaan sidang tetap mengacu pada mekanisme e-Court, namun tim juga akan menyiapkan pendampingan di lokasi untuk memfasilitasi warga yang belum akrab dengan layanan digital.
“Kita harus hadir secara nyata, bukan hanya menunggu masyarakat datang ke pengadilan. Sidang keliling adalah bagian dari keadilan yang menjangkau,” ungkap Sapuan.
📊 Fokus Kedua: Monev Kinerja Triwulan I – Tegakkan Reward & Punishment
Selain membahas pelayanan eksternal, rapat juga menyentuh aspek internal: *evaluasi kinerja aparatur selama Triwulan I tahun 2025*.
Sekretaris PA Sorong, Doddy A.A. Assegaff, S.H., memaparkan hasil pemantauan kinerja masing-masing unit kerja. Berdasarkan data yang disampaikan, beberapa unit menunjukkan kinerja unggul dalam ketepatan pelaporan, pelayanan PTSP, dan pemanfaatan teknologi informasi. Di sisi lain, ditemukan juga beberapa catatan untuk dibenahi.
“Evaluasi ini akan ditindaklanjuti dengan sistem reward and punishment yang jelas. Yang berprestasi harus diapresiasi, yang belum maksimal perlu dibimbing atau diberi catatan perbaikan,” ujar Doddy.
Penutup: Satu Tujuan, Layanan Lebih Baik
Rapat ditutup dengan pesan penting dari Ketua PA Sorong agar seluruh aparatur meningkatkan semangat kolaborasi dan profesionalisme.
“Kita bukan hanya ingin bekerja, tapi ingin melayani. Itulah esensi dari pengadilan yang dipercaya masyarakat,” tegas Sapuan.