Kota Sorong – Pimpinan dan aparatur Pengadilan Agama Sorong bergerak cepat melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penilaian kinerja Triwulan I Tahun 2024 pada Selasa (14/5). Meskipun masuk ranking 30 besar dari 203 satuan kerja kelas II pada tingkat pertama tak lantas menyurutkan langkah untuk berbenah.
Ketua PA Sorong, Sapuan yang didampingi Wakil Ketua Satriani Hasyim langsung melakukan Monev Penilaian sesaat setelah dirilis draft penilaian di laman Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag). Monev dihadiri seluruh pejabat dan juga petugas teknis berkaitan dengan penilaian.
Sapuan membuka rapat dengan memberikan arahan dan pembinaan kepada seluruh peserta rapat. Mulai dari penekanan kedisiplinan dalam menyelesaikan tugas yustisial yang akan mempengaruhi penilaian. Selain itu, dirinya mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas segala upaya yang sudah dilakukan meskipun PA Sorong minim jumlah sumber daya.
- Kesepakatan Damai Sebagian Warnai Proses Mediasi di PA Sorong
- Monitoring dan Evaluasi Zona Integritas 2026: PA Sorong Perkuat Komitmen Peradilan yang Bersih dan Melayani
- Melalui Briefing Rutin, PA Sorong Tingkatkan Profesionalitas Petugas PTSP
- Apel Pagi Awali Pekan Kerja, PA Sorong Teguhkan Semangat Disiplin dan Profesionalisme
- Melalui Apel Sore, PA Sorong Perkuat Komitmen Perbaikan dan Disiplin Kerja
“Terimakasih dan apresiasi untuk kerja-kerja nyata kita semua. Penilaian Triwulan dari Badilag ini sangat menyeluruh dan terdiri dari 26 item penilaian. Alhamdulillah, kita masuk 30 besar dari 203 satker. Meski demikian, nilai ini bisa kita tingkatkan dengan cara melaksanakan tugas dan kerja dengan disiplin dan berorientasi hasil maksimal,” tuturnya.
Selanjutnya, pembahasan semua item penilaian dipaparkan secara detil oleh Waka PA Sorong Satriani Hasyim. Mulai dari nilai kinerja SIPP, Ecourt, Mediasi dan 23 item lainnya.
“Nilai-nilai kita sebagian besar sudah memenuhi target dan berkategori maksimal. Namun di item penilaian SIPP, Mediasi, Validasi Keuangan dan CCTV kita ada kekurangan. Termasuk realisasi anggaran baik DIPA 01 dan DIPA 04 perlu ditinjau mana-mana yang seharusnya bisa terealisasi,” pesannya.
Rapat juga dilanjutkan dengan dialog interaktif antara pimpinan dan peserta rapat. Di mana petugas validasi dan pejabat terkait meminta petunjuk lanjut kategori penilaian dan waktu penilaiannya.
Dari rapat yang berjalan sekitar satu jam tersebut, diperoleh kesimpulan terkait temuan penilaian CCTV dan beberapa item lain. Penilaian ini akan dilakukan cross check ke Ditjen Badilag karena telah dilaksanakan namun nilai terdapat kekurangan. (Spn)