Peta Yuridiksi

Pengadilan Agama Sorong merupakan Pengadilan tingkat pertama dalam wilayah yurisdiksi Pengadilan Tinggi Agama Jayapura dan berpuncak pada Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pengadilan Agama Sorong berkedudukan di Kota Sorong, dengan alamat Jl. Pahlawan No.03 Telp. (0951) 324247 – 321835, Fax. (0951) 321835. Pengadilan Agama Sorong menempati gedung permanen yang dibangun di atas tanah milik negara yang terletak di Kelurahan Remu Utara, Distrik Sorong Kota, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat.

Bahwa Pengadilan Agama Sorong membawahi 1 (satu) Kota dan 5 (lima) Kabupaten yang terdiri dari :

  • Kota Sorong
  • Kabupaten Sorong
  • Kabupaten Sorong selatan
  • Kabupaten Raja Ampat
  • Kabupaten Tambraw
  • Kabupaten Maybrat

Peta Wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama Sorong

Adapun kondisi obyektif Kota Sorong yang juga menjadi wilayah hukum atau yurisdiksi Pengadilan Agama Sorong adalah sebagai berikut :

Letak geografis

Bujur Barat       :  1310 15’

Lintang Selatan :  00 54’

  1. Luas dan batas-batas wilayah

Secara administratif Kota Sorong luas wilayahnya mencapai 1.105 km2 rincian  jarak  radius  dari  tempat kedudukan  Pengadilan  Agama Sorong, dengan batas-batas:

Utara           = Distrik Makbon, Kabupaten Sorong dan Selat Dampir

Timur           = Distrik Makbon, Kabupaten Sorong

Selatan        = Distrik Aimas, Kabupaten Sorong dan Distrik Salawati, Kabupaten Raja Ampat

Barat          = Selat Dampir

 

  1. Wilayah hukum (yurisdiksi)

Melihat kondisi obyektif kabupaten Sorong yang secara geografis begitu luas wilayah hukumnya, mayoritas penduduknya beragama Islam serta banyaknya perkara yang ditangani oleh Pengadilan Agama Sorong, maka ditetapkanlah kebijakan-kebijakan umum. Adapun kebijakan-kebijakan umum yang di-tetapkan oleh Pengadilan Agama Sorong dalam rangka mencapai tujuan, visi dan misi yang telah dicanangkan adalah sebagai berikut :

  1. Menciptakan lembaga peradilan yang mandiri dan independen, bersih dan berwibawa sebagai syarat utama bagi tegaknya negara hukum.
  2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia peradilan secara berkelanjutan. Peningkatan kualitas ini akan memberikan dampak positif dalam menciptakan profesionalisme, etos kerja serta mutu produktifitasnya.
  3. Mewujudkan serta meningkatkan sarana dan prasarana yang representatif, aplikabel dan aksep-tabel terhadap perkembangan zaman yang semakin pesat. Sarana prasarana merupakan instrumen kedua yang dirasakan sangat penting untuk dioptimalkan untuk mencapai tujuan, visi dan misi organisasi.
  4. Mewujudkan serta mengembangkan keterbukaan informasi secara bermartabat dan bertanggungjawab. Hal ini merupakan jawaban atas panggilan pelayanan publik serta bentuk akselerasi yang memang harus dilakukan dalam rangka menghadapi tantangan perkem-bangan zaman.
  5. Mendukung serta melaksanakan keputusan-keputusan dan atau instruksi- instruksi organisasi vertikal maupun horisontal. Pengadilan Agama Sorong merupakan salah satu lembaga peradilan dari sekian lembaga peradilan lainnya yang bertugas melaksanakan kekuasaan kehakiman. Oleh karenanya, Pengadilan Agama Sorong harus turut serta melakukan langkah-langkah untuk menciptakan iklim yang kondusif dalam mewujudkan negara demokrasi yang berdasarkan hukum.